E100.7 MAJAFM
WARTA KOTA
Rabu, 01/02/2017 12:40 WIB
Deteksi Dini 4 Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Launching Aplikasi Mobile Screening
Aplikasi Berbasis Android Ini, Bisa di Download di Playstore
MAJA mojokerto | Penyakit Diabetes melitus, Hipertensi, Ginjal kronik dan Jantung koroner, merupakan beberapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan masyarakat. Bahkan tidak sedikit, masyarakat baru sadar ketika mengidap penyakit tersebut sudah mencapai fase lanjut.

Untuk itu, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang resiko penyakit kronis sejak dini, BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto yang ada di Jalan Empunala No.46 Kota Mojokerto, telah melaunching layanan Mobil Screening (Mobile Skrining).

Susilawati Agustin - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto ketika konferensi pers, Rabu (01/02/2017) mengatakan, kalau sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor BPJS. Namun saat ini masyarakat bisa melakukan riwayat kesehatan di aplikasi Mobile Skrining yang bisa di download di Playstore di handphone Smartphone.

“Ya betul, Mobile Skrining ini merupakan salah satu menu dari mobil BPJS Kesehatan. Dimana aplikasi itu bisa di akses peserta BPJS Kesehatan maupun peserta yang sudah mendaftar menjadi peserta kesehatan KIS. Untuk mengetahui sejak dini, apakah mereka ada resiko penyakit penyakit Diabetes melitus, Hipertensi, Ginjal kronik dan Jantung”, ujar Susilawati.

Masyarakat atau peserta BPJS Kesehatan bisa download (unduh) aplikasi tersebut melalui playstore. Caranya cukup mudah, tinggal masuk di playstore, cari Mobile Skrining dan pilih logo BPJS Kesehatan dan download. Setelah itu buka aplikasinya dan silahkan register dengan menggunakan NIK kartu BPJS. Selanjutnya peserta akan entri data berdasarkan NIK BPJS Kesehatan, tanggal lahir dan lain sebagainya.

Kalau sudah masuk, silahkan pilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri dari aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga sampai pola makan. Jika semua pertanyaan sudah dijawab, maka peserta memperoleh hasil skrining kesehatan pada saat itu juga.

“Aplikasi ini bisa di akses oleh seluruh peserta BPJS Kesehatan, termasuk peserta Mandiri, Badan Usaha ataupun peserta yang lain. Jadi,aplikasi ini hanya mendeteksi dini terkait resiko 4 penyakit tersebut atau tidak. Setelah itu mereka juga harus mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes 1), seperti puskesmas dan klinik, untuk dideteksi lebih lanjut, sehingga diagnosa bisa ditegakkan. Karena yang bisa menentukan secara pasti peserta menderita penyakit 4 tersebut adalah tim medis atau Dokter yang ada di faskes 1”, jelasnya.

Susilawati juga berpesan, masyarakat segera mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Setelah mendapat kartu BPJS, segera akses aplikasi Mobile Skrining dan melakukan pengisian setiap tahun, untuk mendeteksi 4 penyakit kronis. Karena deteksi dini penyakit sangat penting, untuk selanjutnya diperiksakan ke tim medis atau dokter.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2016 BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Untuk kategori penyakit Diabetes Melitus misalnya, peserta beresiko rendah terdapat 702.944 orang, resiko sedang mencapai 36.225 peserta dan 651 peserta beresiko tinggi.

Untuk kategori penyakit Hipertensi, ada 632.760 peserta beresiko rendah, 104.967 peserta beresiko sedang dan 2.093 peserta beresiko tinggi.

Kategori Ginjal Kronik, sebanyak 700 ribu lebih peserta didiagnosa memiki resiko rendah, 23 ribu lebih beresiko sedang dan 831 beresiko tinggi.

Sedangkan, kategori Jantung koroner sebanyak 680 ribu lebih peserta beresiko rendah dan sedang, serta 1.956 peserta beresiko tinggi. (and/gk)